Senin, 11 Februari 2013

Pengertian Sistem Basis Data



PENGERTIAN DATA
            Menurut KBBI pengertian data adalah keterangan yang benar dan nyata atau bahan nyata yang dapat dijadikan bahan kajian (analisis atau kesimpulan).
 Sedangkan menurut Zulfikri A.M. (1977,83)  data adalah kata jamak (plural) dan kata tunggalnya (regular) adalah datum. Kata tersebut berasal dari bahasa latin yang berarti fakta, kenyataan, atau peristiwa. Data dapat di artikan keterangan atau bukti mengenai suatu kenyataan yang masih mentah, masih berdiri sendiri-sendiri, belum diorganisasikan, dan belum diolah.
Menurut Gordon B. Davis dalam Management Informations System : Conceptual Foundations, Structures, and Development  menyebut data sebagai bahan mentah dari informasi.


JENIS-JENIS DATA
Menurut J Supranto (2007:31-37) jenis- jenis data dibedakan sebagai berikut:
1.        Menurut Sifatnya :
-       Kuantitatif: adalah data yang berbentuk angka.
-       Kualitatif : adalah data yang tidak berbentuk angka (text).
2.       Menurut Sumbernya :
-       Internal : adalah data yang dikumpulkan oleh suatu organisasi untuk menggambarkan keadaan atau kegiatan organisasi yang bersangkutan serta berguna untuk keperluan kegiatan harian dan pengawasan internal.
-       Eksternal: adalah data yang dikumpulkan untuk menggambarkan keadaan atau kegiatan di luar organisasi tersebut.
3.        Menurut Waktu Pengumpulannya :
-       Cross section : adalah data yang dikumpulkan pada suatu waktu tertentu.
-       Time series : adalah data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu.
CARA MENGUMPULKAN DATA
1.         Angket (Questionnaire)
2.         Daftar Cocok (Checklist)
3.         Skala (Scala)
4.         Pedoman Wawancara (Interview Guide Atau Interview Schedule)
5.         Lembar Pengamatan Atau Panduan Pengamatan (Obseration Sheet atau Observation Schedule)
6.         Soal Ujian (Soal Tes)
PENGERTIAN INFORMASI
            Pengertian Informasi Menurut Raymond Mc.leod   Informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi si penerima dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat  ini atau mendatang.
Sedangkan Pengertian Informasi Menurut George H. Bodnar, (2000: 1), “Informasi adalah data yang diolah sehingga dapat dijadikan dasar untuk mengambil keputusan yang tepat”
Pandangan Gordon B. Davis (1991: 28), “Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang”
BEDA DATA DAN INFORMASI
            Informasi : informasi adalah data yang diolah. Pengolah informasi menyediakan informasi dalam bentuk lisan maupun tertulis. Informasi berasal dari sumber-sumber internal maupun lingkungan dan digunakan untuk membuat keputusan untuk memecahkan masalah. Bisa kita ibaratkan bahwa informasi adalah  bahan jadi yang dibuat dari data-data yang ada .
Data          : Data mencakup fakta dan angka-angka yang relative tidak berarti, yang diubah menjadi informasi oleh suatu pengolah informasi. Data diibaratkan sebagai bahan mentah pembuat informasi.
PENGERTIAN BASIS DATA
            Menurut (Kristanto : 1994) basis data adalah suatu susunan atau kumpulan data operasional lengkap dari suatu organisasi atau perusahaan yang diorganisir dan disimpan secara terintegrasi dengan menggunakan metode tertentu dengan menggunakan komputer, sehingga mampu memberikan informasi yang optimal kepada pemakainya.
Menurut gordon c. Everest, basis data adalah koleksi atau kumpuln data yang mekanis, terbagi/shared, terdefinisi secara formal dan di kontrol terpusat pada organisasi.
Bambang Hariyanto (2004), adalah kumpulan data (elementer) yang secara logik berkaitan dalam merepresentasikan fenomena/fakta secara terstruktur dalam domain tertentu untuk mendukung aplikasi pada sistem tertentu. Basisdata adalah kumpulan data yang saling berhubungan yang merefleksikan fakta-fakta yang terdapat di organisasi.

JENIS-JENIS BASIS DATA

Jenis Basis Data menurut (William dan Sawyer, 2000). Menurut pengaksesannya, basis data dibedakan menjadi empat jenis, yaitu:
1.      Basis data individual
Digunakan perseorangan, banyak dijumpai dilingkungan PC. contohnya daftar belanja bulanan, data telpon dirancang oleh perseorangan, dengan  software sprt: dBase, MS-Access.
2. Basis Data Perusahaan
Di akses oleh sejumlah pegawai dalam sebuah lokasidan disimpan dalam sebuah server dan dapat diakses dari masing-masing komputer(pegawai) yang berkedudukan sebagai client.
3. Basis data terdistribusi
Disimpan pada sejumlah komputer yang terletak pada beberapa lokasi dan biasanya digunakan pada bank yang  memiliki sejumlah cabang di berbagai kota

4.  Bank Data Publik
            Jenis basis data yang dapat diakses oleh siapapun saja (Publik). Contoh seperti : Situs WEB seperti yahoo.com atau google.com
ELEMEN-ELEMEN PENYUSUN BASIS DATA
Menurut (Kristanto : 1994) elemen-elemen penyusun  basis data, yaitu :
a. Data, simbol-simbol yang disepakati dalam menyatakan gagasan manusia, keadaan dan objek lainnya. Dalam sebuah sistem basis data, data disimpan secara terintegrasi karena basis data merupakan kumpulan dari berbagai macam file dari aplikasi yang berbeda-beda yang
disusun dengan menghilangkan bagian yang rangkap. Di samping itu data dapat dipakai secara bersama-sama dalam waktu yang sama untuk aplikasi yang berbeda.
b. Hardware, meliputi I/O device, storage device dan jaringan komunikasi
data.
c. Software, berfungsi sebagai perantara (interface) antara pemakai dengan
data fisik pada basis data, yaitu :
1. DBMS, program pengelola dan penyimpan basis data.
2. Program aplikasi.
d. User.
TUJUAN DAN MANFAAT BASIS DATA

Pemanfaatan basis data dilakukan untuk memenuhi sejumlah tujuan (objektif) seperti:

1. Kecepatan dan Kemudahan (Speed)

Pemanfaatan basis data memungkinkan kita untuk dapat menyimpan data atau melakukan perubahan/manipulasi terhadap data atau menampilkan kembali data tersebut dengan lebih cepat dan mudah, daripada kita menyimpan data secara manual (non elektronis).

2. Efisiensi Ruang Penyimpanan (Space)

Kita  dapat melakukan penekanan jumlah redundansi(pengulangan) data, baik menerapkan sejumlah pengkodean atau membuat relasi-relasi (dalam bentuk file) antar kelompok data yang saling berhubungan.

3. Keakuratan (Accuracy)
Pemanfaatan pengkodean atau pembentukan relasi antar data bersama dengan penerapan aturan/batasan (constraint) tipe data, domain data, keunikan data dan sebagainya yang secara ketat dapat diterapkan dalam sebuah basis data, sangat berguna untuk menekan ketidakakuratan/penyimpanan data.

4. Ketersediaan (Availability)

Kita dapat melakukan pemilahan data, sehingga data yang sudah jarang kita gunakan dapat kita pindahkan kedalam media penyimpanan off-line. Disisi lain, karena kepentingan pemakaian data, sebuah basis data dapat memiliki data yang tersebar di banyak lokasi geografis.

5. Kelengkapan (Completeness)

Untuk mengakomodasi kebutuhan kelengkapan data yang semakin berkembang, maka kita tidak hanya dapat menambah record-record data, tetapi juga dapat melakukan perubahan struktur dalam basis data, baik dalam penambahan objek baru (tabel) atau dengan penambahan field-filed baru pada suatu tabel.

6. Keamanan (Security)

Ada sejumlah sistem (aplikasi) pengelola basis data yang tidak menerapkan aspek keamanan dalam sebuah basis data. Tetapi untuk suatu sistem yang besar dan serius, aspek keamanan juga dapat diterapkan secara ketat. Dengan begitu, kita dapat menentukan siapa-siapa (pemakai) yang boleh menggunakan basis data beserta objek-objek di dalamnya dan menentukan jenis-jenis operasi apa saja yang boleh dilakukan.

7. Kebersamaan Pemakaian (Sharebility)

Pemakai basis data seringkali tidak terbatas pada satu pemakai saja atau di satu lokasi saja oleh satu sistem aplikasi. Data pegawai dalam basis data kepegawaian , misalnya dapat digunakan oleh banyak pemakai, dari sejumlah departemen dalam perusahaan atau oleh banyak sistem (sistem penggajian, sistem akuntansi, sistem inventori dan sebagainya).
Adapun Manfaat Dari Basis Data Adalah:
1.      Sebagai komponen utama atau penting dalam sistem informasi, karena merupakan dasar dalam menyediakan informasi.
2.      Menentukan kualitas informasi yaitu cepat, akurat, dan relevan, sehingga infromasi yang disajikan tidak basi. Informasi dapat dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkanya.
3.      Mengatasi kerangkapan data (redundancy data).
4.      Menghindari terjadinya inkonsistensi data.
5.      Mengatasi kesulitan dalam mengakses data.
6.      Menyusun format yang standar dari sebuah data.
7.      Penggunaan oleh banyak pemakai (multiple user). Sebuah database bisa dimanfaatkan sekaligus secara bersama oleh banyak pengguna (multiuser).
8.      Melakukan perlindungan dan pengamanan data. Setiap data hanya bisa diakses atau dimanipulasi oleh pihak yang diberi otoritas dengan memberikan login dan password terhadap masing-masing data.
CONTOH PENERAPAN BASIS DATA
1.                  Kepegawaian.
Basis data biasa digunakan untuk menyimpan data-data pegawai di suatu instansi atau perusahaan.
2.                  Pergudangan.
Basisdata digunakan dalam pergudangan atau penyimpanan barang. Hal ini berfungsi untuk pengecekan stok barang.
3.                  Akutansi
Pada bagian akutansi basis data sangat berguna untuk mempermudah akuntan dalam membuat rincian keuangan.
4.                  Reservasi
Basis dataini biasanya digunakan dalam perusahaan seperti hotel, cafe maupun resort. Berfungsi dalam hal penyimpanan data tamu/pengunjung perusahaan.
5.                  Transportasi.
Basis data digunakan dalam pengaturan transportasi seperti tiketing pesawat terbang, kereta api, kapal laut, dan lain-lain.
6.                  Layanan pelanggan
Untuk menyimpan data pelanggan seperti data pelanggan PLN, asuransi, dan lain-lain.

1 komentar:

  1. lengkap sekali sob pengertian sistem basis datanya.. bermanfaat sob, kebetulan saya ada tugas.. ^^
    ijin copas ya.. *tenang saya cantumkan linknya kok.. ^^ terima kasih.. ^^

    BalasHapus